BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Notarisppat.com – BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

A. DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP BISNIS PROPERTI

Revolusi Industri 4.0 mulai ramai dibicarakan di dunia sejak tahun 2016 tatkala Klaus Schwab, pendiri dan ketua eksekutif Word Economic Forum (WEF) yang berbasis di Jenewa, Swiss, menerbitkan buku berjudul “Revolusi Industri Keempat”.

Klaus Schwab berpendapat Revolusi Industri 4.0 yang sedang berlangsung saat ini mengaburkan batas antara bidang fisik, digital, dan biologis. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa revolusi industri ini mengacu pada bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom dan internet

bergabung dan memengaruhi kehidupan fisik manusia. Perubahan teknologi ini secara drastis mengubah cara individu, perusahaan dan pemerintah beroperasi yang pada akhirnya mengarah pada transformasi masyarakat yang serupa dengan revolusi industri sebelumnya, 12

BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Revolusi industri tahap pertama diawali di Inggris tahun 1760 dengan penemuan mesin uap oleh James Watt yang kemudian memicu munculnya proses manufaktur baru yang mengarah pada penciptaan pabrik-pabrik.

Revolusi industri tahap kedua dimulai sekitar satu abad kemudian yang ditandai dengan hadirnya proses produksi massal di industri baja, minyak, listrik. Bola lampu, telepon, dan mesin pembakaran internal adalah beberapa penemuan kunci di era revolusi industri tahap kedua.

Revolusi industri tahap kedua juga ditandai inovasi teknologi produksi mobil secara massal via line-production oleh Henry Ford di Amerika pada awal abad ke-20.

BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Revolusi industri tahap ketiga dimulai tahun 1960-an dengan mun culnya teknologi semi konduktor, komputer pribadi, dan internet.

Pe ngembangan teknologi komputer dan internet pada akhirnya mampu melahirkan berbagai perangkat teknologi canggih berbentuk gawai/ gadget (seperti ponsel pintar, tablet, laptop, PC, smart watch, dan lain lain) yang dapat digunakan untuk mempermudah kehidupan manusia.

Hanya dengan berbekal ponsel pintar di tangan, manusia bisa melaku kan kegiatan apa sajaseperti mencari hiburan musik, film, berita aktual, tutorial, relasi sosial, bisnis, dan lainnya.

Bahkan kini, ponsel pintar juga dapat difungsikan sebagai alat untuk mengendalikan mobil, motor, rumah, televisi, kulkas, AC, komputer dan peralatan elektronik lain. Inilah yang dinamakan “Internet-of-Things” (loT), di mana teknologi internet dapat digunakan untuk mengatur se gala macam perangkat melalui sebuah ponsel pintar.

Tidak hanya itu, ponsel pintar pun bisa dipakai untuk melakukan pembayaran on line, jual-beli barang via online, mencari dana publik via crowdfunding. dan lain-lain.

BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Revolusi industri tahap keempat (Revolusi Industri 4.0) pada abad ke-21 ditandai dengan penemuan teknologi: kecerdasan buatan (artificial intelligence/Al), internet yang dapat mengatur segala macam

12 Dikutip dari berita “Mengenal Revolusi Industri 4.0 yang Ciptakan Tsunami PHK”, Roy Franedya, CNBC Indonesia, Kamis, 17 Januari 2019

perangkat (Internet-of-Things), percetakan tiga dimensi (3-D printing), penyimpanan data berbasis komputasi awan (cloud), penggunaan robot, kendaraan tanpa awak (mobil otonom),

blockchain yang mampu meringkas dan menyederhanakan banyak pekerjaan yang bersifat prosedural dan birokratis, teknologi nano, komputer kuantum, bioteknologi, dan rekayasa genetika, mata uang digital (cryptc currency), hingga teknologi finansial (financial technology).

Revolusi Industri 4.0 meskipun dapat mendorong peningkatan kuali tas hidup umat manusia, namun juga dapat memunculkan dampal negatif seperti berkurangnya lapangan kerja dan bangkrutnya bisnis konvensional. Namun demikian,

karena kemajuan teknologi canggih tersebut merupakan tuntutan zaman, maka kita harus mampu me nyikapi dengan bijak. Presiden Joko Widodo sangat paham pentingnya kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0, sehingga beliau akti mendorong kemajuan sektor Ekonomi Digital di Indonesia agar mamp go-international.

Pengusaha besar Indonesia, Chairul Tanjung menegaskan inovasi dan kreativitas adalah kunci utama bagi para pelaku usaha agar sukse menghadapi tantangan bisnis di era Revolusi Industri 4.0.

Kompetisi c era ini berubah, kalau dulu yang menang adalah yang lebih efisien da produktif, maka sekarang yang menang adalah pengusaha yang inovati kreatif, dan berjiwa entrepreneurship. Efisiensi dan produktifitas hany akan membuat pengusaha sekedar mampu bertahan, padahal untu bisa menang bersaing saat ini juga dibutuhkan inovasi dan kreatifitas

Kemajuan teknologi di era Rovolusi Industri 4.0 pada akhirnya jug berdampak pada industri properti di seluruh dunia. Teknologi intern dan ponsel pintar memunculkan model bisnis jual-beli prope via online, sewa-menyewa ruang properti via online, pembayar. properti via online,

promosi produk properti via online, promosi ja desain arsitektur dan interior via online, jual-beli perabotan via onlin pembangunan rumah pintar (smart home) menggunakan teknolo Internet of Things (IoT), pembangunan gedung menggunak teknologi Building Information Modelling (BIM) dan Virtual Assista

BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

13 Dikutip dari berita “Chairul Tanjung Bocorkan Kunci Sukses Hadapi Revolusi Industri 4.0”, Merdeka.com, Kamis, 17 Januari 2019.

(VA), pembangunan unit rumah memakai teknologi 3D Printing, hing pengumpulan dana publik melalui crowdfunding properti.

Ekonomi digital tumbuh pesat di dunia sehingga menciptakan pelua baru dan tantangan baru.

Segala macam bisnis konvensional di jaringan (luring/offline) kini banyak diduplikasi menjadi bisnis dal jaringan (daring/online). Munculnya bisnis daring (bisnis onlin e-dagang (e-commerce) dan bisnis tekfin (fintech) telah mengut wajah bisnis global sehingga menjadi kegiatan bisnis milenial ya mudah diakses siapa saja dengan hanya berbekal ponsel pin

Perubahan pola binis ini meskipun banyak memberikan keuntung bagi masyarakat, namun dapat pula bersifat mengganggu (disrupti bahkan mematikan pelaku bisnis konvensional.

Disruption menjadi berat karena banyak orang, termasuk wirausa dan regulator tidak tahu apa yang terjadi. Pada masa kini, para p gamat dan regulator menyebut lawan tak terlihat penyebab disrupt sebagai “anak haram” yang lahir tanpa mengikuti aturan hukum ya berlaku.

Mereka menghasilkan inovasi baru yang dianggap mela gar hukum, tak sesuai dengan undang-undang, bahkan tanpa me bayar pajak.

Pihak yang merasa terganggu mendukung regulator a mengejar, menyita, dan memenjarakan mereka, tanpa peduli keha ran mereka juga menciptakan lapangan kerja baru dan didukung o para netizen karena mampu memecahkan masalah sehari-hari.

Ket mereka menawarkan harga murah, sebagian pengamat menyatak bahwa itu adalah strategi predatoris yang bertentangan dengan mangat kompetisi.14

Jika bisa disikapi dengan benar, bisnis online tidak akan mematikan bis offline, tetapi justru saling memperkuat. Banyak orang menyaksik video musik gratis via internet, namun tetap ingin menyaksikan kon musik secara langsung meski harus membayar mahal. Kampar belanja offline melalui media online juga dapat meningkatkan mi konsumen untuk tetap berbelanja di mal-mal offline.¹5

14 Rhenald Kasali, “Disruption Menghadapi Lawan-Lawan Tak Terlihat dalam Peradabar Uber”, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2017, hal.xii 15 Hermawan Kertajaya, “Citizen 4.0 Menjejakkan Prinsip-Prinsip Pemasaran Humanis Era Digital”, Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2017, hal.

Printer 3 Dimen

(www.nextweb

Munculnya teknologi mesin percetakan tiga dimensi (3D-Printing) pasti juga akan memengaruhi industri properti di seluruh dunia. Apis Cor perusahaan asal Amerika Serikat berhasil membuat rumah sederhana luas 38 m² dengan Printer 3D dalam waktu kurang lebih 24 jam.

Rumah yang dibangun di Moskow Rusia dari beton campuran ini mampu bertahan selama 175 tahun. Untuk membangun rumah tersebut, Apis Cor menggunakan printer berbentuk crane yang mudah dipindahkan.

BISNIS PROPERTI & REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Printer 3D ini memiliki sistem kerja yang berbeda dengan mesin kebanyakan, sebab mesin ini dapat membangun rumah langsung dari awal. Kebanyakan mesin cetak 3D biasanya akan mencetak bagian bagian rumah terlebih dulu secara terpisah, setelah itu baru bagian bagian tersebut dirakit menjadi satu rumah.

Karenanya, sistem yang diperkenalkan Apis Cor ini terbilang baru. Biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah pun terbilang terjangkau. Perusahaan yang berbasis di San Fransisco ini mengungkap biaya yang diperlukan untuk membangun sebuah rumah dengan luas 36 m² sekitar 10.134 dollar AS atau Rp142 juta.

Rencananya, rumah hasil cetak 3D ini dapat digunakan untuk membangun rumah korban bencana alam atau di sejumlah wilayah tertentu yang mengalami krisis tempat tinggal. 16

“Internet of Things” (loT) ikut memengaruhi industri properti dengan munculnya produk properti “rumah pintar” (smart home) yang peralatan rumahnya dapat dikontrol melalui sebuah ponsel pintar.

Ponsel pintar tersebut dapat dipakai untuk mematikan dan menghidupkan peralatan elektronik di rumah (seperti télévisi, kulkas, AC, komputer, lampu

16. Dikutip dari berita “Manfaat Printer 3D, Kini Bangun Rumah Bisa 1 Hari Saja”,

www.liputan6.com, 7 Maret 2017

lampu), membuka dan menutup pintu rumah dan pintu pagar, sert mengontrol keadaan rumah pada saat ditinggal pergi. Produk “rumal pintar” dan “unit apartemen pintar” cepat atau lambat akan menjac tren di masa depan, sebagaimana saat ini muncul tren “kegilaan konsumen terhadap ponsel pintar.

Industri konstruksi kini mendapatkan tambahan bantuan tenaga yakni teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (A Selama beberapa tahun, berbagai inovasi teknologi semakin jaul masuk ke dalam lingkup pekerjaan, menawarkan efisiensi dar informasi dalam waktu singkat.

Hal tersebut meliputi kemampuar untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan dalam operasional sehari hari, serta proses pengambilan keputusan. Tentunya hanya data yang terhubunglah yang memiliki nilai.

Al mampu melakukan berbagai pekerjaan dengan cara mengumpul kan, mengolah, dan menyimpulkan data.

Teknologi ini diperkirakan akan mengubah wajah banyak industri, termasuk properti. Selama beberapa tahun Al telah mengubah banyak hal di bidang perencana an, penyederhaan administrasi, menentukan metode pembangunar proyek, mengontrol hasil pembangunan, hingga membangun mode BIM dan VA.

Smart Home

Gambar 2.2

Ilustrasi pemanfaatan Internet-of-Things di Rumah Pintar

(TechSpective.com)

BIM atau Building Information Modelling merupakan model pengem bangan lain dari teknologi kecerdasan buatan.

Teknologi BIM memung kinkan pihak pengembang dan perancang bangunan untuk menentu kan proses konstruksi, perencanaan, pengambilan keputusan dan data lampau sebuah bangunan untuk selanjutnya direkam sepanjang masa berdiri hingga proses pembongkaran nantinya.

BIM memainkan peran penting dalam transformasi dunia jasa konstruksi. Teknologi ini mampu memangkas waktu, kesalahan, dan biaya dengan sangat baik.

Sedangkan teknologi VA atau Virtual Assistant dapat digunakan untuk menambahkan nuansa percakapan alami ke dalam sistem informasi BIM.

Dengan memadukan VA dan NC (near-field communication), teknologi ini mampu memberikan arahan dan informasi tepat waktu. Sebagai contoh, penggunaan VA dalam sebuah bangunan dapat membantu para teknisi untuk mendapatkan informasi cepat ketika ada permasalahan dalam sistem gedung dalam waktu singkat.17

Salah satu lembaga yang peduli pengembangan Building Information Modelling (BIM) di Indonesia adalah “Institut BIM Indonesia” dengan situs institutbim.id. Institut ini merupakan organisasi nonprofit yang mulai mengembangkan teknologi BIM secara optimal, multidisiplin, lintas platform, dan terbuka di Indonesia.

“Institut BIM Indonesia” memiliki visi sebagai organisasi pengembangan dan implementasi BIM di Indonesia yang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama melakukan pengembangan dan mewujudkan pengimplemen-tasian BIM di Indonesia.

Lembaga ini juga memiliki misi untuk memulai dan mengembangkan standardisasi BIM mengedukasi, serta membagikan metode dan strategi implementas bersama secara terbuka dengan industri arsitektur, enjiniring, dar konstruksi Indonesia, serta turut berkolaborasi dengan industri global

Kiprah lembaga ini dimulai 2017 tatkala mengadakan acara “Indones BIM Forum 2017” yang menjadi awal perjalanan Institut BIM Indones bersama para pemangku kepentingan untuk mengimplementasika BIM di Indonesia.

Pada Mei 2018, lembaga ini kembali mengadaka acara “Indonesia BIM Conference 2018” dengan tema “Rethinkin Information Modeling For Future Built Environment” di BSD City.

baca juga

17 Dikutip dari artikel Rosiana Haryanti berjudul “Bagaimana Artificial Intelligence Mengubah Dunia Konstruksi?”, Kompas.com, 13 Juli 2018

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!