TOEFL Prediction IBT

Saat ini Bahasa Inggris memang tidak bisa ditinggalkan, jika kita ingin maju maka belajar Bahasa Inggris sangatlah perlu.

Tidak hanya Bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari tetapi juga berkaitan dengan pemahaman utuh terkait bahasa inggris.

Mulai dari kemampuan menangkap pembicaraan, grammer dan juga kemampuan untuk memahami teks berbahasa inggris sangatlah dibutuhkan.

Pentingnya penguasaan Bahasa Inggris ini akhirnya banyak lembaga yang menyediakan kursus bahasa Inggris. Bahkan juga banyak lembaga yang menyediakan tes untuk mendapatkan sertfikasi dalam bahasa Inggris.

Sertifikasi bahasa inggris juga bermacam-macam bentuknya. Satu yang paling populer di Indonesia adalah test TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

Test TOEFL juga tidak hanya satu, tetapi juga banyak bentuknya, ada TOEFL Prediction IBT , ITP, ada juga Prediction test, CBT serta PBT. Masing-masing tentu memiliki karakteristik masing-masing.

Tes Toefl ini dibuat dan diperkenalkan oleh ETS (Educational Testing Service) di Amerika Serikat. Karena berasal dari Amerika, maka tes ini lebih cenderung ke American style.

Tes TOEFL ini digunakan sebagai syarat masuk kuliah di hampir seluruh universitas di Amerika Serikat dan Kanada, bahkan saat ini berbagai universitas di Eropa dan Australia juga menggunakan tes ini sebagai standard.

Apa Yang Diukur?

Jika memang tes ini adalah untuk mengukur kemampuan bahasa inggris seseorang sebenarnya apa saja yang akan diukur?

Bukankan dengan pandai berbicara dengan bahasa inggris berarti seseorang sudah memiliki kemampuan dalam bahasa inggris yang baik?

Nah, bahasa di manapun tumbuhnya pasti memiliki pola dan struktur tersendiri yang biasanya struktur dan pola tersebut memiliki kriteria atau rumus tersendiri secara formal.

Bahasa formal biasanya sangat berbeda secara struktu dengan bahasa yang digunakan untuk bercakap-cakap setiap hari.

Misalnya saja bahasa jerman , tidak berarti orang Indonesia yang bagus dalam berbicara dengan bahasa indonesia juga memahami struktur gramatikal Bahasa Indonesia (EYD) dengan baik.

Begitu juga dengan Bahasa Inggris, orang yang pandai berbahasai inggris belum tentu mereka juga memiliki kemampuan structure dan juga grammatical yang baik dalam bahasa inggris.

Nah, dalam tes TOEFL ini akan mengukur kemampuan Bahasa inggris seseoran lebih komprehensif. Di antaranya adalah:

  1. Kemampuan peserta dalam menulis dan serta pemahaman tata bahasa yang baik dan benar (sangat berguna agar mampu membuat tulisan ilmiah).
  • Kemampuan peserta dalam membaca bahasa Inggris dengan baik dan benar (sangat berguna untuk memahami buku-buku berbahasa inggris).
  • Kemampuan dalam mendengarkan sebuah percakapan dalam bahasa inggris dengan baik dan benar (jika kita akan menempuh kuliah di luar negeri kemampuan ini sangat penting untuk memahami penjelasan dari dosen yang berbahasa inggris)

Perkembangan Tes TOEFL

Tes TOEFL pertama kali diperkenalkan pada tahun 1964, yaitu lebih dari 40 tahun yang lalu. Selama kurun waktu tersebut sampai saat ini tes TOEL telah mengalami berbagai perubahan.

Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Terdapat berbagai penyesuaian format yang digunakan dan juga perubahan-perubahan lain.

Perubahan-perubahan yang paling signifikan terutama adalah dalam segi hasil atau nilai yang diberikan untuk setiap peserta yang telah melakukan tes.

Berikut perubahan format tes TOEFL dari masa ke masa:

  • Tahun 1964-1998 TOEFL diperkenalkan dengan format Paper Based Test (PBT), yaitu tes berbasis kertas dengan menggunakan lembar jawab yang sudah disediakan oleh penyelenggara. Skornya mulai dari 266 sampai 677
  • Tahun 1998-2005 ketika komputer sudah dipakai secara luas, TOEFL juga mengembangkan tes berbasis komputer dengan TOEFL Computer Based Test (CBT). Skornya mulai dari 0 sampai 300
  • Tahun 2005 sampai saat ini tes TOEFL juga bisa dilakukan secara online dengan TOEFL Internet Based Test (IBT). Skornya mulai dari 0 sampai yang tertinggi 120.

TOEFL IBT, Tes TOEFL Generasi Baru

Tes TOEFL iBT merupakan format baru yang diperkenalkan oleh ETS untuk lebih mempermudah peserta dalam melakukan tes Toefl, yaitu secara online.

Selain untuk keperluan efisiensi tentu juga terdapat berbagai perubahan yang signifikan dalam materi serta format te TOEFL yang diberikan.

Tes TOFL IBT ini dapat mengukur keempat ketrampilan bahasa inggris sekaligus yang meliputi Listening, Reading, Speaking dan Writing.

Tentu tes ini akan memberikan hasil yang sangat objektif dan valid, karena secara sistem tes ini dibuat untuk fokus hanya kepada peserta yang mengikuti tes TOEFL ini.

Sehingga dengan alasan tersebut TOEFL iBT ini sering digunakan sebagai alat ukur standar bahasa Inggris dalam dunia akademik, khususnya dalam hal:

  • Syarat wajib bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke luar negeri
  • Syarat administrasi intuk screening program beasiswa atau pertukaran mahasiswa dengan negara lain
  • Dijadikan sebagai standar kesiapan mengikuti program akademik yang berbahasa Inggris

Struktur dalam Tes TOFL IBT

Tes ini memiliki durasi yang lebih panjang dari tes TOEFL lainnya, yaitu kurang lebih selama 4 jam dan terbagi dalam 4 bagian:

Reading

Durasinya antara 60 hingga 100 menit dengan jumlah soal 4 sampai 6 bacaan (masing-masing terdiri 700 kata).

Peserta akan diminta untuk menjawab 12 sampai 14 pertanyaan yang berkaitan dengan  bacaan. Bacaan itu akan diambil dari berbagai sumber seperti buku pelajaran, jurnal, artikel dan lain-lain.

Listening

Berdurasi antara 60 hingga 90 menit. Peserta diminta untuk mendengarkan 6 sampai 9 percakapan yang masing-masing berdurasi sekitar 3 hingga 9 menit.

Dari setiap percakapan tersebut, peserta akan diminta untuk menjawab 5 sampai 6 pertanyaan. Topik yang diangkat dalam percakapan tersebut juga bermacam-macam.

Misal percakapan antara 2 orang (antara mahasiswa atau antara mahasiswa dan dosen), diskusi hingga penyampaian kuliah. Percakapan hanya diputar sekali, dan peserta boleh membuat catatan.

Speaking

Berdurasi 20 menit dan dibagi menjadi 6 soal. 2 soal pertama peserta diminta untuk membicarakan topik yang diberikan oleh penguji.

Topik yang diberikan adalah topik informal berkaitan dengan pengalaman atau kejadian menarik yang pernah dialami peserta.

Peserta diberi waktu berpikir selama 10 sampai 15 detik, selanjutnya diberi waktu 30 detik untuk menyampaikan.

Soal ketiga dan keempat mengacu pada topik akademis. Pertama peserta akan diminta untuk membaca sebuah bacaan, kemudian mendengarkan percakapan singkat dan menjawab pertanyaan.

Selanjutnya untuk dua soal terakhir peserta akan diminta untuk mendengarkan rekaman percakapan. Kemudian, semua jawaban akan direkam dan dikirim ke ETS’s Online Scoring Network untuk dinilai

baca juga

Writing

Terdapat 2 bagian (Integrated essay dan Independent essay) total waktunya 50 menit. Integrated essay mengharuskan peserta membaca bacaan, kemudian mendengarkan percakapan antara 2 orang berkaitan dengan bacaan.

Selanjutnya peserta diberi waktu 20 menit untuk mempersiapkan tulisan 150 sampai 225 kata mengenai bacaan dan percakapan tersebut.

Kemudian, independent essay berdurasi 30 menit, tesnya yaitu menuliskan essai 300 sampai 350 kata sesuai dengan topik yang diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like